Tampilkan postingan dengan label TEORI BIROKRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEORI BIROKRASI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Juli 2012

TEORI BIROKRASI

Birokrasi dalam Bahasa Inggris disebut sebagai Bureaucracy, berasal dari kata bureau yang berarti meja dan cratein yang berarti kekuasaan. Dengan demikian Bureaucracy dapat diartikan sebagai kekuasaan berada pada orang-orang yang di belakang meja. (Rahman, 2007 : 169).

Rabu, 11 Juli 2012

TEORI BIROKRASI MAX WEBER

TEORI BIROKRASI MAX WEBER

ABSTRACT
Every organization has to know organization communication’s theory, classical or contemporary, in order to know how effective the communication’s programs, activities, and their ways to choose the best for their order’s existan ce. Birocration Theory by Max Weber is one of  the organization communication’s theory, which still exist and has a big influent in the classical theories of organization communication’s field, until now.


PENDAHULUAN
Terminologi organisasi berasal dari bahasa Latin organizare, yang secara harafiah berarti paduan dari bagian-bagian yang satu sama lainnya saling bergantung. Di antara para ahli ada yang menyebut paduan tersebut sebagai sistem, ada juga yang menamakannya sarana.
Korelasi antara ilmu komunikasi dengan organisasi terletak pada peninjauannya yang terfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi itu. Ilmu komunikasi mempertanyakan bentuk komunikasi apa yang berlangsung dalam organisasi, metode dan teknik apa yang dipergunakan, media apa yang dipakai, bagaimana prosesnya, faktor-faktor apa yang menjadi penghambat, dan sebagainya. Jawaban-jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah untuk bahan telaah untuk selanjutnya menyajikan suatu konsepsi komunikasi bagi suatu organisasi tertentu berdasarkan jenis organisasi, sifat organisasi, dan lingkup organisasi dengan memperhitungkan situasi tertentu pada saat komunikasi dilancarkan.
Ketika memasuki ranah teori Komunikasi Organisasi ataupun disiplin ilmu-ilmu lainnya, kita akan dihadapkan pada berbagai perspektif dengan berbagai mahzab yang akan menentukan pemahaman kita selanjutnya.  Mary Jo Hatch mengajukan empat perspektif yang diklasifikasikan menjadi 2 perspektif besar, yakni klasik dan kontemporer. Namun tidak menutup kemungkinan akan adanya tafsir yang lain karena memang masing-masing individu memiliki world of view yang tak semuanya sama.
Pada perspektif klasik, telah dikenal nama besar Max Weber dengan teori birokrasinya, yang meskipun zaman telah memasuki periode kontemporer, namun teori klasik ini masih tetap memiliki kekuatan yang besar yang mana praktik-praktiknya dapat kita temukan dalam kehidupan kerja sehari-hari, terutama perusahaan besar di Indonesia.